Wisata Bali , Tour di Bali , Hotel di Bali ,Paket Tour di Bali , Adventure di Bali ,Sewa Mobil di Bali , Watersport di Bali, Kombinasi Tour di Bali , adalah jasa pelayanan kami di ASRI BALI TOURS.

Alas Kedaton

Kenapa Alas Kedaton sebagai tempat wisata yang unik  bagi wisatawan manca negara :

Alas Kedaton Bali terletak di desa Kukuh Kecamatan Marga + 4 km dari kota Tabanan. Desa Kukuh terbagi atas 7 dusun dan 12 banjar adat. Sebagian besar warga menggeluti pertanian di mana sebagian besar waktunya digunakan untuk menggeluti sektor lain seperti pertukangan, pegawai atau buruh.

Pura kedaton memiliki empat pintu masuk ke dalam Pura yaitu dari barat yang merupakan pintu masuk utama yang lainnya dari Utara, Timur dan dari Selatan yang ke semuanya menuju ke halaman tengah. Berbeda dengan pura pura lainnya yang ada di Bali. Keunikan yang kedua adalah halaman pura Alas kedaton dalam yang merupakan tempat paling di sucikan berada lebih rendah dari halaman tengah dan luar. Tempat suci pura Alas kedaton ini dikelilingi oleh hutan yang dihuni oleh sekelompok kera yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar Objek wisata Bali ini. di Alas kedaton selain hidup sekelompok kera juga terdapat sekelompok kalong yang hidup bergantungan.

piodalan di Pura Alas kedaton ini adalah jatuh pada hari Selasa (Anggara Kasih) dau puluh hari setelah Hari Raya Galungan. Yang mana upacara dimaksud dimulai pada siang hari dan harus sudah selesai sebelum matahari terbenam. Pura ini sering pula disebut Pura Alas Kedaton atau Pura Dalem Kahyangan.  Objek wisata bali alas kedaton juga di huni oleh sekumpulan kera yang sudah jinak, akan tetapi jika anda Liburan bali ke kedaton perlu di waspadai juga karena kera kera tersebut bisa saja jahat dan barang bawaan anda harus tetap di perhatikan, ini akan sangat berpengaruh pada kenyamanan Tour  anda , objek wisata bali ini sangat dekat dengan tanah lot sehingga anda bisa merencanakan Bali tour anda ke Tanah lot setelah Alas kedaton.

DATU SIAPA yang beristana di Alas itu sehingga orang-orang menyebutnya Alas Kedaton? Datu sering dibayangkan sebagai kekuatan yang hidup seperti manusia atau seperti bukan manusia. Sehingga pertanyaannya menjadi ”siapa”. Kedaton memang berarti tempat kedudukan para Datu.

DATU APA yang ada di Alas itu sehingga orang-orang menyebutnya Alas Kedaton? Datu sering dibayangkan sebagai kekuatan yang terbenam di bawah tanah seperti permata atau bentukan mineral lainnya, sehingga pertanyaannya menjadi ”apa”. Datu memang istilah untuk jenis-jenis kekuatan ”permata” bumi, seperti yang dikenal dalam sebutan Panca Datu.

Siapa maupun apa,apapun jawabannya  pengetahuan yang berhubungan dengan penamaan itu adalah sebuah kesepakatan di masa lalu. Kesepakatan itu adalah bentuk lain dari pengakuan. Yang diakui adalah ”kekuatan” itu. Kita yang hidup di zaman sekian abad setelah kesepakatan awal itu, wajar jika bertanya apa kekuatan istimewa itu?

Sebelum menanyakannya pada orang yang tahu, atau yang memiliki informasi tentang itu, marilah kita latihan mengasah pikiran dengan cara ”membaca” apa yang kelihatan di atas tanah Alas Kedaton itu.

ALAS SUDAH PASTI, walau tidak besar dan lebat. Bojog adalah makhluk hidup yang berkuasa di alas itu. Dan ada sebuah pura yang unik. Itulah tiga hal yang paling kasat mata di Alas Kedaton itu. Semakin ke dalam kita memasuki pura itu, maka nampak tanahnya semakin rendah. Posisi seperti ini tidak umum, karena lazimnya pura itu dibuat semakin ke dalam semakin meninggi. Walaupun ada penjelasan teknis geografis tentang posisi tanah itu, pastilah posisi itu adalah penanda yang signifikan. Apakah menanda signifikan itu berhubungan dengan kenyataan bahwa di pura itu konon tidak boleh mempergunakan api di dalam upacaranya?

Memang benar penggunaan api dalam upacara di pura itu tidak diperbolehkan oleh ”kebiasaan” yang sudah berlaku turun temurun. Dan kebiasaan tidaklah terjadi begitu saja. Tentulah ada sebab yang bisa memberlakukan kebiasaan itu, dan tentulah ada tonggak kapan kebisaan itu dimulai. Dan tonggak itu tentulah berupa sebuah peristiwa yang melibatkan api dan bojog di atas tanah itu. Apa pun peristiwa itu, tentulah hebat dan besar. Sehingga setelah peristiwa itu, mulailah ”diberlakukan” kebiasaan tanpa api dalam upacaranya: tidak ada dupa, dipa, agni, jyoti, pengasepan, takepan, bobok, dan seterusnya.

silahkan anda mengisi form reservasi kiri atas untuk pemesanan program anda  jika anda berminat mengunjungi Alas Kedaton seperti program tour Asri Bali Tours di Bawah ini dan sebelum anda memesan permintaan anda kami harapkan anda untuk membaca informasi program tour kami di bawah ini dengan cara di klik .